CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

Friday, June 19, 2009

Hati ku

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

PANDANGANKU TENTANG HATI

Hati, sebut je hati pasti kita semua tahu, ia satu gumpalan darah dalam jasad manusia, tapi tahukah kita betapa hati merupakan satu organ yang paling penting yang diciptakanNYA? Dari segi ilmu sainsnya ia berperanan sebagai kilang darah untuk dialirkan ke seluruh anggota badan, ini semua berbentuk fizikal lahiriah…tapi tahukah kita sebagai muslim peranan hati dari segi rohaniahnya? Ia dipanggil (IMAN).

Maha hebat kuasa Allah, aku mohon perlindungan dariMU daripada syaitan laknatullah dan manusia2 yang menjadi tenteranya. Iman, apa itu iman? Iman ialah membenar dengan hati, dizahirkan dengan lisan dan amalan (yakin). "TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD PESURUH ALLAH” hazihi afdholulkalimah yang mesti. Kita tahu dan YAKIN! Iman terdiri daripada enam tiang utama : (1)Beriman kepada Allah (2)Beriman kepada malaikat (3)Beriman kepada kitab(4)Beriman kepada rasul(5)Beriman kepada hari perhitungan(6)Beriman kepada qada' dan qadar.

Maha hebat kuasa Allah mengatasi kuasa-kuasa manusia, hanya kepadaNYA tempat kita berserah.Hmmm…..Bagaimana nak jaga hati? Apa punca hati mati? bagaimana nak bersihkan hati yang telah kotor? Dan pelbagai lagi persoalan yang timbul tatkala kesedaran mula menyelimuti kita .Aku tak terkecuali terlepas daripada semua ini, bila diingat semula memang banyak dosa yang dah aku lakukan, hati yang pada asalnya bersifat fitrah(putih bersih lagi suci dari titik2 hitam)menjadi kelabu sedikit demi sedikit lantaran debu dosa yang dilakukan.

Maha suci Allah daripada segala kekotoran,aku mohon agar dibersihkan hatiku. Aku lemparkan pandanganku kelangit, kutengok sekeliling, sayunya kurasa, hatiku mula berbicara, inilah bahasa hati, sayu, sedih, gembira, marah, semuanya..aku tersenyum…

Ya Allah…indahnya ciptaanMU, tiba-tiba aku dikejutkan dengan dua ekor burung gagak yang sedang berebut-berebut makanan, aku cuba perhatikan…kwakk3…kwak…menjerit……kerana kesakitan, berdarah...menggelupur…kesiannya… kenapa perkara ini berlaku? pergaduhan yang hanya disebabkan makanan sehingga membawa kepada kematian, aku berasa geram dengan gagak yang membunuh kawannya sendiri,hmmm….bila difikirkan semula,ya inilah perasaan belas kasihan yang ada pada hati yang masih berfungsi atau hidup, Maha hebat Allah yang menciptanya, aku cuba bayangkan jika semua hati manusia didunia ini hidup dan berfungsi ,perkara seumpama burung gagak tadi tak mungkin berlaku,hmmmm…..tapi burung ia berbeza dengan kita,ia tak diberi akal(hati rohaniah),inilah yang membezakan kita dengan mereka.

Titisan air jernih tanpa kusedari menitis, sejuk, ku rasa dipipi, Ya Allah... ampunkan aku…
ampunkan aku…aku takut…aku takut….tak terdaya hatiku saat menghadapMU, ku tadah tangan, paras dagu setulus hati aku pohon…..ya Allah….aku hambaMU yang hina, lindungi jiwaku….lindungi hatiku...aku merasa laju titisan sejuk dipipi…hidupkan hatiku….KAU bersihkan segala kekotoran yang telah melekat, lembutkan kembali hatiku…yaAllah…..(inikah tanda hati kita hidup?)

Kematian Hati

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
kematian hati
Ramai orang tertawa tanpa menyedari sang maut sedang mengintainya. Ramai orang yang bersegera datang ke saf solat - kononnya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang, ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.

Ada yang datang sekadar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan bukan sekadar untuk berhenti hanya pada ilmu.

Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah (terasa banggakah) engkau yang hebat berbicara tentang keheningan senyap disaat rintih istighfar, kecupak air wudhu' pada dinginnya malam, lapar perut karena puasa atau kedalaman munajatmu dalam rakaat-rakaat panjang? Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tidak ada apa-apa.

Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan orang-orang berhati jernih bersangka baik, bahawa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

As-Shiddiq Abu Bakar r.a saja selalu gementar saat dipuji orang! "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia melupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan ada yang menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan merasakan amalnya sangat banyak. Ada juga orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal! Malahan, menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan peribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata!

Dimana kau letakkan dirimu? Sewaktu kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan ketakutan. Sesudah pengalaman dan ilmu semakin bertambah, engkaupun berani tampil waima di hadapan sultan tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.

Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat maksiat menggodamu dan engkau menikmatinya?. Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa tangga kedewasaan rohani meninggi.

Rasa malu kepada ALLAH, dimanakah kau kuburkan ia? Di luar sana, rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung.

Ini potret negerimu: 228 000 remaja adalah penagih. Daripada 1,500 responden pelajar sekolah menengah, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja bisa berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan tanpa rela!

Mungkin engkau mulai berfikir, "Biasalah.." bila bermain mata dengan aktivis wanita (sama ada engkau lelaki atau sebaliknya), di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat? Atau bergayut dengan menambah waktu yang tak kau perlukan, sekadar melepas kejenuhan dengan canda gurau jarak jauh..Betapa biasanya 'dosa kecil' itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka ketika dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"? Saat engkau muntah melihat laki-laki (pondan) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustazmu yang mengatakan; jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton acting mereka tidak dilaknat? Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti engkau yang paling islami?

Sesudah itu, tinggallah antara engkau dengan dirimu, tidakkah ALLAH ada disana? Sekarang engkau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tentangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari berjabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar (control) dan maka jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.

Lupakah engkau, jika tembakanmu ke sasaran meleset 1 milimeter, maka pada permulaan sejauh 300 meter ia belum tersasar walau 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf (penyimpangan) di kalangan awam, sedikit sebanyak karena para elitnya telah salah melangkah terlebih dahulu.

Siapa yang mahu menghormati ummat yang "kiay"nya memberi ratusan ribu kepada seorang perempuan yang beberapa minit sebelum ia setubuhinya di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan mudahnya mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya bergambar rapat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karana kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)?

Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini, kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa bezanya seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rakan perempuan dalam pergerakan da'wahnya? Akankah kau impikan penghormatan masyarakat awam karena statusmu, lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir? Bila demikian itu,... sekeji apakah kamu ini?

Pernahkah kamu lihat sepasang ibu dan bapa dengan anak remaja mereka. Perhatilah langkah mereka di pasaraya sana. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyaknya membeli produk makanan ringan, semata-mata karena selera "westernnya".

Engkau akan menjadi faqih pendebat yang hebat saat engkau teguk minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah kamu punya harga diri.

Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai pakaian tenunan bangsa sendiri atau terompah tempatan yang tak berjenama. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini, datang "pemimpin" ummat, ingin mengangkat harga diri dan penghormatan ummat dengan mempamerkan kereta dan rumah mewah, "kedai emas berjalan", juga segudang perhiasan. Saat fatwa dihebahkan, telinga ummat telah tuli oleh dentuman berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku yang kukumpulkan dengan susah payah. Bila aku bosan, aku bisa memanggil penyanyi lain yang kicau merdunya lebih memenuhi seleraku" .

(Tulisan asal: Almarhum KH Rahmat Abdullah (Hero Filem Sang Murobbi)

Kusyuk Solat


Kadang kala untuk mendapat kyusuk ketika solat bukan lah mudah namun solat tetap sah. Untuk mendapatkan kyusuk ketika solat, Sekiranya mampu dan berusaha untuk mampu ketika bacaan ayat ini kusyukkan hati ketika membaca

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (٥)


"Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah,
dan kepada Engkaulah sahaja Kami memohon pertolongan."

Bacalah dengan sepenuh tumpuan seiring lafaz dilidah dan maksudnya di hati.

Ketenangan Hati

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ketenangan hati ialah satu perkara yang sangat penting. Tidak mungkin ada seorang manusia walau apa pun latar belakang agama, budaya dan pemikiran yang tidak bersetuju bahawa ketenangan hati dan ketenteraman jiwa ialah satu perkara paling penting bagi seseorang manusia. Mungkin mereka berbeza dari segi cara untuk mencapai ketenangan hati, ketenteraman jiwa dan keheningan rohani, tetapi mereka tetap bersetuju bahawa perkara ini adalah satu perkara yang maha kritikal bagi setiap insan.


Keutuhan atau kemantapan emosi berkait rapat dengan keheningan spiritual dan kemantapan minda. Seseorang yang pemikirannya meyakini bahawa dirinya adalah berasal daripada suatu ketidaksengajaan biologi berevolusi daripada monyet kepada manusia, tentunya tidak sama dalam menghadapi kejadian hidup ini dengan seorang yang berkeyakinan bahawa insan adalah ciptaan Tuhan yang paling baik, dan di sana Tuhan tetap berperanan di dalam setiap gerak hukum apa yang berlaku di bumi mahupun di langit.

Dan Tuhan bukan sahaja berurusan dengan manusia, tetapi setiap atom dan molekul yang ada di atas muka bumi ini, antara langit dan bumi ini serta apa yang ada di atas langit yang tujuh ini; semuanya adalah milik mutlak Tuhan Yang Maha Esa dan berfungsi berdasarkan ketetapan ilmu-Nya dan izin-Nya.

Dan seorang yang menjalani hidup dengan hanya melihat bahawa Tuhan ialah Tuhan dan aku ialah aku; sama sekali tidak sama dengan seseorang yang hidup di atas muka bumi ini dengan mengenal Tuhan ialah satu-satunya Tuhan, dan aku ialah hamba ciptaan-Nya; menyelami hakikat rasa hina seorang hamba dijalin dengan rasa mulia menjadi hamba kepada Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Agung. Seseorang yang menyedari bahawa sentiasa ada di sana satu Kudrat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang serta Yang Sentiasa Berkata, Wahai hamba-Ku, mintalah kepada-Ku, akan Ku penuhi segala permintaan kamu! tentulah tidak sama dengan seseorang yang hanya melihat hidup ini hanyalah antara aku dan kemampuanku!

Seorang anak kecil akan merasa selamat dan tenang apabila berada di sisi ibu dan bapanya. Bukan sekali kita melihat senario seorang kanak-kanak yang menangis kerana terpisah daripada ibu dan bapanya semasa membeli belah di pasaraya. Kenapa? Adakah kerana fizikalnya tercedera? Tentu tidak, tetapi `ketenteraman' dan `ketenangan hatinyalah' yang tercedera. Dan kita dapat lihat bagaimana seorang anak kecil yang menangis kerana lututnya berdarah lantaran jatuh; berhenti menangis hanya kerana si ibu berkata, ``Dah, jangan menangis sikit je tu! Nanti ibu sapukan ubat!'' Adakah dengan berkata demikian, sakit luka yang dirasainya sudah hilang?

Tidak! Sakit luka di lututnya masih terasa, tetapi tangisannya terhenti kerana rasa `sakit' pada jiwa dan emosinya telah pun diubati dan telah hilang diganti dengan rasa tenteram, kerana anak itu yakin, ibunya memahami `penderitaannya' dan ibunya `mampu' mengubati luka di lututnya dengan ubat yang akan disapu nanti. Ini menunjukkan, ketenteraman hati dan ketenangan hidup adalah satu kuasa maha ajaib yang sangat diperlukan dalam hidup seorang manusia. Dan adalah satu hukum serta prinsip alam, seseorang itu akan merasa aman dan tenang apabila mengetahui dan merasa bahawa di sana adanya satu `kuasa' yang mampu mengatasi segala kebimbangan dan rasa terancam yang ada.

Seorang yang genius sekalipun, tanpa kemantapan dan kecemerlangan emosi pasti tidak dapat menggunakan kegeniusan dan ketinggian IQ-nya dengan betul jika jiwanya sentiasa bercelaru dan dan tidak mantap. Kecemerlangan dan kemantapan jiwa inilah yang disebut sebagai EQ. Tetapi seseorang yang mantap EQ-nya, walaupun dia hanya seorang yang buta huruf dan bekerja di sawah bendang, tetapi dengan ketenangan jiwa yang dimilikinya, ia dapat menghadapi hidup dan segala masalah hidup ini dengan penuh ketenangan dan ketertiban.

Malahan, seringkali terlontar daripada patah bicaranya, perkataan-perkataan yang bersifat `teraputik' yang mampu menyegarkan kerengsaan jiwa dan kegersangan emosi.

Kekuatan rohaniah (SQ) akan menjadi penjana EQ yang kental, dan EQ yang ada akan menyempurnakan IQ seseorang walau pada tahap manapun IQ-nya berada. Bukan semua orang dapat menjadi pandai tetapi semua orang boleh menjadi bijaksana. Allah, Tuhan yang telah menciptakan manusia malah seluruh alam ini telah menyatakan sebagai satu prinsip, Bukankah dengan berzikir kepada Allah itu, hati akan menjadi tenang? (Ar-Ra'd: 28).

Berzikir di sini membawa maksud yang luas, iaitu kita dapat menyebut dan mengingat Allah, merasakan kehadiran-Nya dan merasa keagungan-Nya di dalam setiap masa dan keadaan. Mana mungkin seseorang yang melihat Tuhan itu - dengan segala kebesaran dan kekuasaan-Nya - berada begitu hampir dengan dirinya, masih boleh merasa tidak tenteram dan aman?

Mereka yang benar-benar membina kekuatan dan `nur' kerohanian yang jernih, pasti akan mampu merasa ketenangan hidup dan kekentalan serta keharmonian emosi. Tuhan berfirman, Dialah yang menurunkan `sakinah' ke dalam hati orang-orang yang beriman! (Al-Fath: 4). Erti `sakinah' ialah ketenangan yang tetap.

Jika demikian, sudah tentu di dalam apa yang diperintah-Nya itu, ada alat-alat untuk membolehkan kita membawa dan membina ketenangan hati ini, seperti amalan zikrullah, solat, tafakkur, amalan doa, wuduk dan lain-lain lagi. Semoga hati kita tidak `buta' daripada melihat dan merasai kebesaran Allah, Tuhan seru sekalian alam ini. Sesungguhnya Dia-lah Allah, Zat Tunggal Maha Pencipta!

HATI YANG HIDUP

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Hati yang Hidup
Allah tidak memandang kepada kekayaan , kecantikan dan kepintaran kita dalam melakukan sesuatu perkara tanpa disertai niat yang lahir dari hati yang benar-benar ikhlas . Semua manusia mampu berbicara mengenai hati tetapi tidak mampu memelihara dan mengawal ia daripada sifat-sifat yang kotor seperti amarah, hasad, benci,takabbur, riak dan ujub.

Malah rupa sahaja yang cantik tetapi hati gelap dirasuki syaitan dan nafsu. Ego untuk menerima teguran , berbangga dengan kepetahan bercakap di khalayak ramai tanpa mempraktikkan apa yang disampaikan, mengatakan diri sahaja yang betul , merasa diri hebat daripada orang lain, memandang orang lain dengan pandangan hina, itulah antara penyakit hati yang mewarnai kehidupan umat Islam hari ini.

Semua ujian hati ini akan lebih teruji pada insan-insan yang bekerja untuk Islam. Mereka yang faqih dengan ajaran Islam, yang selalu berpesan pada kebenaran. Ia tidak pernah disedari sebati di dalam jiwa kita, terpalit seperti terpalitnya najis di kain putih yang sebelumnya tidak pernah dikotori. Air mata yang insaf tidak mampu membersihkannya kerana hati sering mentaati bisikan mungkar yang mengajak mengulanginya.

Hati yang sedar berbeza daripada hati yang lalai.Hati yang sedar sentiasa menginsafi akan hakikat kejadiannya pada masa orang lain tidak menyedarinya. Hati ini faham bahawa ia dijadikan untuk mengabdikan diri kepada Allah swt sahaja.Taat dan patuh kepada segala perintah tanpa soal atau merasa keberatan.Hati yang sedar ini juga insaf bahawa ia akan kembali kepada Allah dan dipersoalkan tentang segala apa yang telah dilakukan di dunia.

Hati yang sedar yakin dan benar-benar beriman kepada Allah swt . Hati yang sedar adalah hati yang gementar terhadap kekuatan Allah , hati yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta rukun iman yang lain, dan rela mengorbankan segala jiwa dan raga untuk perjuangan Islam. Imannya sentiasa menjadi pemancar untuk setiap amalannya. Apa jua yang dilakukannya hanyalah untuk mendapat keredhaanNya. Sentiasa terbayang akan janji-janji Allah dibenaknya yang tidak terpaut dengan dunia dan takut dengan siksaan Allah kelak.

Hati yang lalai membenci dan menentang kebenaran.Redha bersama kebathilan yang ada walaupun mengecapi nikmat Allah tanpa bersyukur. Hati yang sedar akan sering menjaga sahsiah dan akhlaknya. Mudah mengukir senyuman dan memberi salam, menghormati dan meraikan sahabat ketika bercakap. Hati yang sedar akan sering bermunajat dengan Allah di malam hari ketika manusia lain sedang nyenyak tidur...

Adeh..

Posted by Hafeiz Suhaimi
Semalaman aku penat gila. On-call semalam memang mencabar. Sampai pukul 5 pagi pun aku tak dapat tidur lagi. Selalunya dalam pukul 2 pagi tu dah dapat tidur dah, ini pukul 2 tu aku masih sibuk resusciate patient dekat RedZone Jabatan Kecemasan.

Semenjak akhir-akhir ini mood aku tak berapa nak stabil. Aku banyak fikir itu dan ini. Sampaikan kadang-kadang aku rasa takde benda yg aku tak jadikan isu untuk aku fikirkan. Penat balik kerja, duduk di rumah tak larat nak tidur. Huhu.

17 hb aritu aku ada dapat mesej dari seseorang yg aku kenal melalui Halaqah.net. Sepatutnya aku tak kenali dia, tetapi takdir menentukan aku diperkenalkan dengan dia. Mesejnya ringkas. Dia mohon maaf atas segalanya semasa kami kenal di Halaqah.

Aku bukanlah insan yg pendendam. Aku boleh maafkan orang yg secara terbuka memohon maaf. Tapi, kemaafan itu tak bermakna aku akan kembali seperti dulu. Hati aku dah tawar. Silaturrahm sebagai saudara seagama itu masih ada aku rasakan, tapi untuk kembali mesra macam dulu semasa di Halaqah tu aku rasa mengambil masa yg sangat lama. Aku tak membenci.

Oleh itu, aku maafkan dia. Tapi biarlah aku dengan kehidupan aku dan dia yg pernah bergelar 'bonda' itu membawa haluannya semahunya dia. Aku sudah berpatah arang, berkerat rotan...